ANALISIS NERACA AIR METODE THORNTHWAITE-MATHER PADA BUDIDAYA TANAMAN JAGUNG MANIS MENGGUNAKAN SISTEM IRIGASI DAN MULSA

Authors

  • Willy Rolasdo Sitanggang Universitas Padjadjaran, Sumedang, Jawa Barat, Indonesia
  • Kharistya Amaru Universitas Padjadjaran, Sumedang, Jawa Barat, Indonesia
  • Rizky Mulya Sampurno Universitas Padjadjaran, Sumedang, Jawa Barat, Indonesia
  • Yogina Lestari Ayu S Universitas Padjadjaran, Sumedang, Jawa Barat, Indonesia

Keywords:

thornthwaite-mather, irigasi tetes, jagung manis, mulsa jerami, neraca air

Abstract

Sistem budidaya tanaman jagung manis pada lahan kering ketika musim kemarau pasti akan mengalami tantangan mengenai kebutuhan air tanaman dan juga mengenai tingginya evapotranspirasi. Penerimaan jumlah air tanaman yang tidak optimal akan mempengaruhi hasil produksi yang kurang optimal juga. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi neraca air lahan dengan perlakuan interval irigasi tetes 1 hari, 2 hari dan 3 hari yang dikombinasikan dengan ketebalan mulsa jerami 5 cm, 7 cm dan 9 cm. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental, yaitu dengan menganalisis neraca air metode Thornthwaite-Mather pada budidaya tanaman jagung manis dengan kombinasi perlakuan interval irigasi dan ketebalan mulsa dan juga menganalisis kombinasi perlakuan yang memiliki pertumbuhan dan produksi terbaik. Secara keseluruhan neraca air setiap plot memiliki beberapa minggu yang defisit tetapi defisit masih tergolong rendah yaitu 0.06-6.87 mm, berbeda dengan kontrol yang selama masa tanam sebagian besar perminggunya mengalami defisit neraca air. Kadar air tanah plot kombinasi perlakuan lebih baik dibandingkan dengan kontrol yang sebagian besar berada dibawah titik layu permanen. Pertumbuhan jagung manis terbaik dimiliki oleh plot interval irigasi 1 hari ketebalan mulsa jerami 7 cm (I1M7) dan produksi terbaik dimiliki oleh plot interval irigasi 2 hari dan ketebalan mulsa jerami 9 cm (I1M9)

Downloads

Published

2022-08-10